Warga Sibetan Tak Lagi Meraba Jalur Evakuasi, Prodi Arsitektur FTP Warmadewa Hadir dengan Space Syntax

Senin, 24 Agustus 2026

Card image

Dosen dan mahasiswa Universitas Warmadewa bersama masyarakat Desa Sibetan saat melakukan pemetaan jalur evakuasi partisipatif berbasis Space Syntax di Banjar Dukuh, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Pemetaan ini menjadi langkah memperkuat kesiapsiagaan warga dan wisatawan menghadapi potensi bencana Gunung Agung. (Foto:Dok/Warmadewa)

Males Baca?

KARANGASEM,SULUHRAKYAT.id - Ketika Gunung Agung menunjukkan tanda-tanda aktivitas, persoalan keselamatan bukan hanya soal seberapa cepat warga bergerak, tetapi juga seberapa jelas mereka mengetahui ke mana harus menyelamatkan diri.

Persoalan itu menjadi perhatian tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa. Bersama masyarakat Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, tim tersebut menyusun peta jalur evakuasi partisipatif berbasis Space Syntax.

Desa Sibetan merupakan wilayah yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Gunung Agung. Pada saat yang sama, desa ini berkembang sebagai salah satu sentra agrowisata salak unggulan Bali.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap sistem navigasi evakuasi semakin penting. Sebab, jaringan ruang Desa Sibetan memiliki karakter khas. Permukiman tradisional Bali Aga tumbuh secara organik, sementara akses menuju sejumlah kawasan melewati gang-gang sempit atau rurung dan jalan setapak di antara kebun salak.

Bagi warga lokal, jalur tersebut mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian. Namun bagi wisatawan dan pendatang, kondisi itu berpotensi menimbulkan disorientasi ketika situasi darurat terjadi.

“Jalur evakuasi tidak boleh hanya dibuat berdasarkan asumsi. Masyarakat yang setiap hari berada di kawasan ini harus menjadi bagian penting dalam menentukan jalur yang paling mudah, aman, dan realistis digunakan ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Ketua Tim PKM, Putu Gede Wahyu Satya Nugraha, S.T., M.Ars, Senin (24/8/2026)

Tim pelaksana terdiri atas Putu Gede Wahyu Satya Nugraha, I Made Adi Bhaskara, S.Kom., M.T., dan Cokorda Istri Arina Cipta Utari, S.T., M.Ars.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai secara internal oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa.


Halaman :

Komentar

Berita Lainnya





Ketika Pendidikan Tinggi Bertemu Lapangan Kerja