Unwar Dampingi Desa Adat Denpasar Bangun Sistem Informasi Digital Berbasis Banjar
Kamis, 07 Mei 2026
Universitas Warmadewa mendampingi Desa Adat Denpasar membangun sistem informasi digital berbasis banjar guna mempercepat akses pelayanan dan informasi publik masyarakat adat, Selasa (5/5/2026). (Foto: Warmadewa)
Males Baca?DENPASAR,SULUHRAKYAT.id - Di tengah arus digitalisasi yang bergerak cepat, Desa Adat Denpasar mulai membangun sistem informasi berbasis banjar agar pelayanan publik dan akses informasi masyarakat tidak tertinggal pola lama yang serba manual.
Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Optimalisasi dan Sosialisasi Pelayanan Publik Berbasis Digital dengan Pengelolaan Website yang dilaksanakan Universitas Warmadewa (Unwar) di Kantor Desa Adat Denpasar, Selasa (5/5/2026).
Program ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa Unwar sebagai bagian dari pendampingan transformasi pelayanan publik berbasis teknologi di lingkungan desa adat.
Baca juga:
FTP Warmadewa Tampilkan Teknologi Peringatan Dini Banjir di DTIK Festival Denpasar
Selama ini, penyampaian informasi kegiatan adat, pengurusan administrasi, hingga pendataan warga masih banyak dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dinilai membuat distribusi informasi berjalan lambat dan kurang efisien di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin cepat.
Ketua tim pengabdian, Ir. Made Dika Nugraha, S.T., M.T., mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting agar pelayanan desa adat mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kami melihat potensi besar pemanfaatan website desa sebagai pusat layanan informasi dan administrasi. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengembangan sistem, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut mencakup pengembangan fitur website desa, pelatihan pengelolaan konten digital bagi perangkat desa, hingga sosialisasi penggunaan layanan digital kepada masyarakat.
"Pendampingan dilakukan secara langsung guna memastikan pengelolaan website nantinya dapat berjalan berkelanjutan dan benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat informasi publik berbasis digital," tegasnya
Sementara itu, Bendesa Adat Denpasar, Agung Ngurah Alit, S.H., menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, transformasi digital perlu diperkuat hingga level banjar agar pelayanan dan akses informasi masyarakat semakin terbuka dan efisien.
Baca juga:
Warmadewa Sabet Emas IOT Berkat Inovasi Pertanian Cerdas
Ia menyebut generasi muda memiliki peran penting sebagai motor penggerak adaptasi teknologi di lingkungan desa adat. Dalam program ini, sebanyak 106 banjar di bawah Desa Adat Denpasar turut mendapat pendampingan agar tidak tertinggal dalam pemanfaatan layanan digital.
“Transformasi ini penting agar pelayanan dan informasi desa adat bisa lebih cepat diakses masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang selama ini menjadi fondasi,” ujarnya.
Melalui penguatan sistem informasi digital berbasis banjar, Desa Adat Denpasar diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan inklusif. Digitalisasi dalam konteks desa adat juga dinilai bukan sekadar memindahkan pelayanan ke layar digital, tetapi menjadi upaya menjaga keterhubungan masyarakat banjar di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat. (Dewa)
Komentar