Ritual Baligia Punggel di Kedhatuan Alang Sanja Warnai Bangli dengan Tabuh Okokan
Puluhan Puspa dari Puri dan Luar Puri Ikuti Upacara Sakral
Rabu, 05 November 2025
Suasana meriah dan khidmat upacara Baligia Punggel di Kedhatuan Agung Alang Sanja, Bangli, Selasa (4/11), diwarnai iringan tabuh Okokan dari Tegalalang yang memikat perhatian warga. (Foto:Ist)
Males Baca?BANGLI, SULUHRAKYAT.id - Suasana sakral bercampur meriah menyelimuti upacara Baligia Punggel Puri Kaleran Bangli yang dipusatkan di Kedhatuan Agung Alang Sanja, Desa Bebalang, Bangli, Selasa (4/11/2025). Rangkaian yadnya agung ini tidak hanya diikuti oleh kalangan puri, namun juga umat dari luar puri, sebagai wujud kebersamaan dan kekerabatan spiritual lintas griya.
Yang menarik, upacara kali ini diiringi tabuh Okokan tradisi musikal khas Jembrana yang jarang terdengar di wilayah Bangli. Tabuh ini didatangkan langsung dari Desa Tegalalang, Gianyar, memberi warna unik sekaligus kejutan bagi masyarakat yang hadir. Selain tabuh okokan, suasana makin hidup oleh alunan baleganjur dan geguntangan yang mengiringi setiap tahapan prosesi.
Menurut Cokorde Mangku Bagus Gaya Dirga, salah satu penglingsir Puri Kaleran Bangli, pelaksanaan Baligia bersama ini melibatkan 40 puspa, terdiri dari 20 puspa dari Puri Kaleran dan 20 puspa dari luar puri. Salah satu di antaranya adalah almarhum Ida Cokorde Gede Ngurah, mantan Bupati Bangli.
“Upacara ini bukan hanya bentuk penghormatan leluhur, tetapi juga mempererat hubungan kekerabatan antara puri dan umat di luar puri. Dengan bergabungnya peserta, biaya upacara juga bisa diringankan dan pelaksanaannya lebih efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kedhatuan Agung Alang Sanja dipilih sebagai pusat upacara karena memiliki fasilitas yang memadai dan pelaksanaannya sesuai tatanan sastra agama. “Kami pusatkan di Kedhatuan karena praktis, mudah, cepat, dan tetap menjaga kesucian upacara,” imbuh mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Bangli itu.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya Baligia Punggel, I Nyoman Karsana, SE, menjelaskan puncak upacara digelar pada Purnama Kelima, Rabu (5/11). Rangkaian diawali dengan metatah (upacara potong gigi) pada pagi hari, dilanjutkan ngening ke Taman Beji Bulakan, nuwek bagia sarad, dan medana-dana.
Malam harinya, pukul 19.00 Wita, Ida Bethara Pengerajeg dan Bethara Lingga diiring budal oleh keluarga masing-masing, lalu kembali ke Karang Suci Kedhatuan. Seluruh rangkaian Baligia Punggel ini dipuput oleh Ida Ratu Shri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun bersama sejumlah sulinggih lainnya. (Dewa)
Komentar