Program SKSS Bali, Upaya Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan Tinggi
Rabu, 24 Desember 2025
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025 di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar. (Foto: Ist)
Males Baca?DENPASAR,SULUHRAKYAT.id - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025, dengan memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Bali.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat penyerahan bantuan Program SKSS yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Selasa (23/12/2025). Program ini menyasar keluarga yang selama ini sulit mengakses pendidikan tinggi akibat keterbatasan ekonomi.
Gubernur Koster menyampaikan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama untuk keluar dari kemiskinan struktural. Menurutnya, negara harus hadir memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap memiliki kesempatan yang setara untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Program Satu Keluarga Satu Sarjana adalah komitmen saya agar anak-anak Bali dari keluarga miskin tetap bisa kuliah. Pendidikan adalah kunci membangun SDM Bali yang unggul dan berdaya saing,” ujar Koster.
Program SKSS merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Bali yang secara khusus menyasar keluarga miskin dan miskin ekstrem, serta digadang sebagai salah satu program pertama di Indonesia yang fokus memperluas akses pendidikan tinggi berbasis keluarga. Dalam pelaksanaannya, Pemprov Bali menggandeng 26 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali sebagai mitra.
Pada Tahun 2025, Program SKSS menargetkan 3.000 mahasiswa. Namun, akibat keterbatasan waktu dan minimnya sosialisasi di tahap awal, tercatat sekitar 1.000 calon mahasiswa mendaftar dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Dari jumlah tersebut, sebagian telah menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), sehingga pada tahun ini SKSS diberikan kepada 500 mahasiswa.
Gubernur Koster menjelaskan, bantuan yang diberikan meliputi biaya hidup bulanan sebesar Rp1,4 juta bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Denpasar dan Badung, serta Rp1,2 juta bagi mahasiswa di kabupaten lain.
Khusus mahasiswa Universitas Terbuka, bantuan biaya hidup sebesar Rp750 ribu per bulan. Selain itu, Pemprov Bali juga memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp1 juta per semester serta biaya pendaftaran maksimal Rp300 ribu.
“Program ini memang belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan, tetapi setidaknya meringankan beban biaya hidup dan pendidikan mahasiswa. Pemerintah Provinsi Bali juga bekerja sama dengan perguruan tinggi agar biaya kuliah dapat ditekan,” jelasnya.
Komentar