Nyonya Putri Koster Ajak Siswa di Rendang Menemukan Taksu lewat Sastra dan Teater
Sabtu, 31 Januari 2026
Ny. Putri Suastini Koster berdialog dengan siswa SMA Negeri 1 Rendang, Karangasem, dalam bincang inspiratif tentang sastra, teater, dan proses menemukan jati diri generasi muda, Kamis (29/1/2026). (Foto: Pemprov Bali)
Males Baca?KARANGASEM, SULUHRAKYAT.id - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster berbagi pengalaman hidup di dunia sastra dan teater kepada siswa SMA Negeri 1 Rendang, Kamis (29/1/2026). Dalam bincang inspiratif di ruang podcast sekolah, ia menekankan pentingnya proses, disiplin olah diri, dan keberanian menemukan jati diri sejak usia muda.
Ny. Putri Koster mengisahkan keterlibatannya di dunia teater, tari, dan puisi yang telah ia tekuni sejak muda. Menurutnya, olah tubuh, olah vokal, dan olah sastra bukan sekadar teknik seni, melainkan fondasi pembentukan karakter dan kepercayaan diri.
“Semua itu proses panjang. Tidak instan. Tapi justru dari proses itu kita menemukan suara kita sendiri,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia menyebut kemampuan olah vokal yang dilatih sejak dini membantunya berkomunikasi di ruang publik, mulai dari menjadi pembaca puisi hingga mendampingi kegiatan-kegiatan resmi. “Saya tidak mulai dari nol. Ada fondasi yang dibangun bertahun-tahun,” katanya.
Dalam perbincangan tersebut, Ny. Putri Koster juga menyinggung konsep taksu sebagai kekuatan batin yang lahir dari kesadaran diri dan kedekatan dengan alam. Menurutnya, taksu tidak datang tiba-tiba, melainkan ditemukan melalui pengenalan potensi, minat, dan konsistensi.
Ia menilai sastra dan seni memiliki peran penting dalam membentuk kepemimpinan yang berkepekaan. “Seni melatih empati. Pemimpin yang punya empati akan lebih bijak dalam mengambil keputusan,” ucapnya.
Kepada generasi muda di era digital, Ny. Putri Koster mengingatkan agar teknologi digunakan sebagai alat bertumbuh, bukan sekadar ruang konsumsi. Ia mendorong siswa lebih selektif bermedia sosial dan berani mencipta karya yang bernilai.
Ia juga mengajak siswa menjaga bahasa daerah dan jati diri budaya Bali tanpa menutup diri pada ilmu pengetahuan dan pengalaman global. “Pendidikan setinggi-tingginya penting, tapi karakter dan integritas jauh lebih menentukan,” tegasnya.
Di sela kegiatan, Ny. Putri Koster meninjau ekstrakurikuler tenun di SMAN 1 Rendang. Ia menilai kegiatan tersebut strategis untuk menanamkan kebanggaan pada kriya lokal sekaligus membuka wawasan industri kreatif berbasis budaya.
Kegiatan bincang inspiratif ini dipandu siswa kelas XII, Komang Trisna, dan disaksikan langsung oleh Kepala SMAN 1 Rendang I Wayan Nurasa bersama civitas sekolah. (Dewa)
Komentar