Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Pendidikan di Papua Pegunungan
Hetifah Sjaifudian: Kolaborasi pusat dan daerah kunci atasi kesenjangan pendidikan 3T
Selasa, 07 Oktober 2025
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat berinteraksi dengan para siswa dalam kunjungan kerja di Wamena, Papua Pegunungan, Senin (6/10/2025). (Foto: Ist)
Males Baca?WAMENA, SULUHRAKYAT.id - Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemerataan pendidikan, kebudayaan, riset, dan inovasi di Provinsi Papua Pegunungan.
Komisi yang membidangi urusan pendidikan itu melakukan kunjungan kerja dalam masa reses persidangan I tahun sidang 2025–2026 untuk menghimpun data faktual dan meninjau langsung fasilitas pendidikan di wilayah baru hasil pemekaran tersebut.
“Kunjungan hari ini sangat kaya dan produktif. Kami tercerahkan tentang potensi dan tantangan di Papua Pegunungan, terutama di bidang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi, serta riset dan inovasi,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian usai pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, Selasa (7/10/2025).
Dalam agenda tersebut, Komisi X bertemu perwakilan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Okmin Papua, Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena, dan Universitas Baliem Papua, serta lembaga pendidikan dan kebudayaan lokal.
Dialog difokuskan pada penguatan mutu pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), pemerataan tenaga pendidik, dan penyesuaian kurikulum berbasis kearifan lokal.
“Kami tidak hanya datang untuk berdialog, tetapi memastikan pendidikan di Papua Pegunungan mendapat perhatian yang layak,” tegas Hetifah yang juga politisi Fraksi Partai Golkar.
Ia menilai penguatan sinergi antarlembaga dan dukungan afirmatif dari pusat menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pendidikan dan riset berbasis kebutuhan daerah.
Komisi X berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, terutama bagi wilayah-wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia. (Dewa)
Komentar