Ketua PD Indonesia Klungkung Soroti Sayembara Mars dan Hymne Klungkung Mahottama Yang Dibuat BRIDA

Sayembara dinilai berpotensi tumpang tindih dengan penguatan identitas daerah melalui Maskot Cempaka

Rabu, 03 Juni 2026

Card image

Gus Wis menilai penguatan identitas Kabupaten Klungkung lebih mendesak difokuskan pada sosialisasi dan pengembangan visual Maskot Sekar Cempaka yang telah memiliki HAKI dan tengah berproses menjadi Perda, dibanding menambah instrumen branding baru yang berpotensi tumpang tindih.

Males Baca?

KLUNGKUNG,SULUHRAKYAT.id - Rencana sayembara penciptaan Hymne dan Mars Klungkung Mahottama yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menuai sorotan dari kalangan pemuda.

Ketua DPC Pemuda Demokrat (PD) Indonesia Kabupaten Klungkung sekaligus pengurus KNPI Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Nyoman Wiskayana, SE, yang akrab disapa Gus Wis, meminta agar pihak penyelenggara mempertimbangkan kembali kegiatan tersebut dengan melihat kebutuhan penguatan identitas daerah yang sudah lebih dahulu dimiliki Kabupaten Klungkung.

Menurutnya, saat ini Klungkung telah memiliki Maskot Cempaka yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan sedang berproses menjadi Peraturan Daerah setelah bersama oleh DPRD Kabupaten Klungkung dan Pemerintah Daerah.

"Dalam Ranperda tersebut sudah dijelaskan bahwa Maskot Cempaka juga dilengkapi dengan lagu dan tarian sebagai bagian dari penguatan identitas daerah. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai urgensi sayembara Mars dan Hymne baru yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih dengan identitas yang sudah dibangun," kata Gus Wis, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai, apabila pemerintah ingin memperkuat branding daerah, pendekatan yang lebih relevan justru melalui penciptaan jingle yang bersifat ringan, mudah diingat, dan lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, jingle dapat menjadi instrumen promosi yang efektif tanpa harus menggeser atau mengulang fungsi simbol daerah yang telah lebih dahulu dibangun melalui Maskot Cempaka.

Selain itu, Gus Wis juga menyoroti aspek efektivitas penggunaan anggaran. Ia berpandangan bahwa besaran hadiah yang dialokasikan dalam sayembara tersebut akan lebih tepat dimanfaatkan untuk memperkuat sosialisasi Maskot Cempaka kepada masyarakat.

"Kalau tujuannya memperkuat identitas Kabupaten Klungkung, anggaran itu menurut saya akan lebih elok digunakan untuk menyosialisasikan Maskot Cempaka secara lebih luas serta menciptakan dan memperkuat visualisasinya melalui berbagai media promosi yang mudah dijangkau masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan semata-mata menciptakan simbol baru, melainkan memastikan identitas daerah yang sudah ada benar-benar dikenal, dipahami, dan menjadi kebanggaan masyarakat Klungkung.

Ia menilai penguatan visual Maskot Cempaka dapat dilakukan melalui media digital, ruang publik, materi edukasi sekolah, kegiatan kebudayaan, hingga berbagai agenda promosi daerah yang melibatkan masyarakat secara langsung.

"Jangan sampai daerah terus menambah instrumen branding baru sementara identitas yang ada belum sepenuhnya tersosialisasikan. Yang dibutuhkan saat ini adalah penguatan dan konsistensi," tegasnya.

Gus Wis juga mendorong agar BRIDA dan Pemerintah Daerah membuka ruang dialog yang lebih luas dengan seniman, budayawan, komunitas kreatif, generasi muda, serta berbagai elemen masyarakat sebelum menetapkan program yang berkaitan dengan penguatan identitas daerah.


Halaman :

Komentar

Berita Lainnya