Gubernur Koster: Sulinggih Kunci Ajegnya Budaya Bali
Senin, 23 Februari 2026
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri perayaan HUT ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat di Denpasar, Minggu (22/2), dan menegaskan peran sulinggih sebagai kunci ajegnya budaya Bali. (Foto: Pemprov Bali)
Males Baca?DENPASAR,SULUHRAKYAT.id - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan peran sulinggih sebagai penjaga utama keberlanjutan budaya Bali. Menurutnya, pemerintah berkewajiban memberi perhatian dan fasilitasi agar para sulinggih dapat menjalankan swadarma secara optimal dalam menjaga keseimbangan sekala dan niskala.
Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri perayaan HUT ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat di Denpasar, Minggu (22/2/2026).
“Bali dibedakan oleh kebudayaan yang dimiliki, dilestarikan, dan dijaga hingga saat ini. Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena mematikan budaya lokal,” tegas Koster.
Ia menekankan, budaya dan adat istiadat Bali bukan sekadar tradisi, melainkan cara hidup yang dijalankan sehari-hari. Mulai dari ritual sederhana seperti saiban dan canang, hingga upacara besar seperti Eka Dasa Rudra, seluruhnya menjadi fondasi spiritual sekaligus daya tarik Bali di mata dunia.
Menurut Koster, pertumbuhan ekonomi Bali tidak bisa dilepaskan dari kekuatan budaya. Karena itu, sulinggih sebagai penjaga tatanan niskala perlu mendapat dukungan nyata dari pemerintah.
“Bali tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kekuatan kita ada pada budaya. Maka sulinggih yang menjaga tatanan itu wajib kita perhatikan dan lindungi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dresta Bali agar tidak mengalami distorsi di tengah perkembangan zaman. Desa adat disebutnya tetap menjadi benteng utama pelestarian adat dan ritual secara tertib dan berkelanjutan.
Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Koster mengajak seluruh krama Bali menjaga harmoni sekala dan niskala sebagai satu kesatuan. Pemerintah, dalam posisinya sebagai guru wisesa, disebut memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk memastikan para sulinggih dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan.
Komentar