FBS Undiksha Gelar ICLAAC 2026, Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Bahasa dan Seni Lintas Budaya

Selasa, 25 Agustus 2026

Card image

The 3rd International Conference on Languages and Arts Across Cultures (ICLAAC) 2026 FBS Undiksha yang mempertemukan akademisi dan praktisi dalam forum internasional untuk membahas inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan bahasa serta seni lintas budaya. (Foto: Ist)

Males Baca?

BULELENG,SULUHRAKYAT.id - Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha (FBS Undiksha) kembali membawa isu bahasa dan seni ke ruang akademik internasional melalui The 3rd International Conference on Languages and Arts Across Cultures (ICLAAC) 2026, yang digelar pada 27 Agustus 2026.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, ICLAAC 2026 mengangkat tema “Innovation, Collaboration, and Sustainability of Languages and Arts across Cultures in Educational Transformation.” Tema tersebut menempatkan bahasa dan seni bukan sekadar bagian dari pembelajaran, tetapi juga sebagai kekuatan penting dalam merespons perubahan pendidikan dan perkembangan masyarakat lintas budaya.

Konferensi ini menjadi ruang pertemuan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan mengenai bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat memperkuat keberlanjutan bahasa serta seni di tengah perubahan pendidikan yang semakin dinamis.

Pembukaan ICLAAC 2026 berlangsung secara hibrid dengan menghadirkan sejumlah pembicara undangan dari berbagai latar belakang akademik dan profesional. Mereka yakni Dr. Thomas De Angelis, Dr. Alison Grove O'Grady, Dr. Catherine Smyth, Made Hery Santosa, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Dr. Li-Hsun Peng, serta Arif Bagus Prasetyo, S.Kom., S.S., M.Hum.

Kehadiran para pembicara tersebut memperkaya forum dengan perspektif yang beragam. Peserta tidak hanya diajak melihat perkembangan bahasa dan seni dari sisi keilmuan, tetapi juga memahami tantangan dan peluang keduanya ketika berhadapan dengan perubahan teknologi, pendidikan, serta interaksi budaya yang semakin terbuka.

Ruang diskusi kemudian berlanjut melalui agenda Zoom Breakout Room 1, yang membuka kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi lebih dekat, bertukar pemikiran, serta mendalami berbagai isu yang berkaitan dengan bahasa, seni, pendidikan, dan budaya.

Bagi FBS Undiksha, penyelenggaraan ICLAAC untuk ketiga kalinya menjadi bagian dari upaya membangun tradisi akademik yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan lintas negara. Forum tersebut sekaligus memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi pengembangan bahasa dan seni.

Di tengah transformasi pendidikan yang berlangsung cepat, bahasa dan seni menghadapi tantangan untuk tetap relevan tanpa kehilangan akar budaya. Karena itu, ICLAAC 2026 hadir dengan membawa pesan bahwa inovasi tidak harus menghapus identitas, sementara kolaborasi lintas budaya dapat menjadi jalan untuk menjaga keberlanjutan.

Melalui konferensi ini, FBS Undiksha terus memperkuat posisinya sebagai ruang akademik yang mempertemukan inovasi, bahasa, seni, dan budaya. ICLAAC 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi pintu bagi lahirnya kolaborasi dan gagasan baru dalam menjawab kebutuhan pendidikan masa depan. (Dewa)


Komentar

Berita Lainnya





Ketika Pendidikan Tinggi Bertemu Lapangan Kerja