Dosen Warmadewa Kembangkan Sistem IoT
Pemantauan dan Pelaporan Berkala Ketinggian Air Sungai di Tukad Mati Kabupaten Badung Berbasis Website
Selasa, 11 Agustus 2026
Tim Universitas Warmadewa melakukan audiensi bersama Dinas PUPR dan KOMINFO Kabupaten Badung dalam pengembangan sistem IoT pemantauan ketinggian air Sungai Tukad Mati. (Foto: Dok/Warmadewa)
Males Baca?DENPASAR,SULUHRAKYAT.id -Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa, mengembangkan Sistem Monitoring Tinggi Muka Air (TMA) berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya mendukung pemantauan kondisi sungai dan penanggulangan potensi banjir di wilayah Tukad Mati, Legian, Kuta, Kabupaten Badung.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara tim dosen Universitas Warmadewa, yaitu I Kadek Agus Wahyu Raharja, S.T., M.T., dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. Pihak penerima kegiatan adalah I Made Jelantik, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Sistem yang dikembangkan berfungsi untuk memantau ketinggian air sungai secara realtime, melakukan pelaporan data secara berkala, serta menampilkan informasi melalui dashboard berbasis website. Sistem juga dilengkapi dengan kamera CCTV untuk membantu pemantauan kondisi sungai secara visual. Data dan informasi hasil pemantauan dapat diakses melalui laman resmi:https://waterlevel-monitoring.warmadewa.ac.id/
Dalam mendukung operasional sistem IoT dan CCTV tersebut, kegiatan ini juga memperoleh dukungan akses internet dari KOMINFO Kabupaten Badung. Dukungan jaringan internet digunakan sebagai infrastruktur komunikasi agar perangkat monitoring di lokasi dapat mengirimkan data secara berkala ke server dan mendukung akses pemantauan CCTV melalui website.
Koordinator pelaksana, I Kadek Agus Wahyu Raharja, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sistem ini dirancang dengan memanfaatkan teknologi IoT untuk mengotomatisasi proses pengukuran dan pelaporan kondisi tinggi muka air sungai.
“Dengan teknologi IoT, sistem dapat mengukur ketinggian air secara otomatis, mengirimkan data ke server, dan menampilkan informasi melalui website yang dapat dipantau oleh petugas maupun masyarakat. Dukungan jaringan internet dari KOMINFO Kabupaten Badung juga menjadi bagian penting agar perangkat IoT dan CCTV dapat terhubung dan beroperasi dengan baik,” jelasnya. Selasa, (11/8/2026).
Baca juga:
Universitas Warmadewa Gandeng Acarya Media Nusantara, Perkuat Literasi Digital Agama Hindu
Pihak penerima kegiatan, I Made Jelantik, selaku PPTK dari Dinas PUPR Kabupaten Badung, menyampaikan apresiasinya terhadap penerapan teknologi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi dari Universitas Warmadewa ini. Sistem monitoring ketinggian air dan CCTV dapat membantu tim di lapangan dalam memantau kondisi Tukad Mati, terutama ketika terjadi peningkatan air akibat curah hujan,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Penerapan sistem IoT ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pemantauan kondisi sungai serta mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir.
Ke depan, sistem monitoring ini diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan pada titik-titik sungai lainnya di Kabupaten Badung sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan sumber daya air dan penanggulangan banjir secara berkelanjutan. (Dewa)
Komentar