Chapter 5 – Epilog: Banyu Kembali ke Air
Senin, 30 Juni 2025
Yang Tertinggal dari Suara
Males Baca?TUBUHNYA muncul kembali setelah tiga hari menghilang,dibawa ombak ke sebuah teluk kecil yang tak bernama terlalu terpencil untuk dicatat di peta. Laut mengembalikannya, seperti rahasia yang tak bisa terus disembunyikan.
Tak ada identitas. Tak ada sidik jari yang bisa dibaca. Tapi aku tahu itu dia dari luka di dahi yang pernah kugenggam saat kami lari dari gas air mata, dari kuku jempol kaki yang retak sejak tertimpa kamera.
Tubuhnya penuh luka.Lehernya biru. Tulangnya patah.Di sekujur tubuhnya, aku mengenali tanda-tanda perlawanan.
Ia tidak menyerah begitu saja.
Baca juga:
Yang Tertinggal dari Suara
Mereka menyiksanya.Lalu membuangnya ke laut. Seperti wartawan yang lain. Seperti kebenaran yang selalu dianggap bahaya.
Aku hamil satu bulan saat itu. Dan tak satu pun orang tahu. Redaksi membungkamku dengan “uang duka.” Pejabat menyodorkan bunga dan janji penyelidikan.Aktivis datang dan pergi, membawa nama Banyu dalam poster dan lagu, tapi tak satu pun menoleh ke perutku yang perlahan membesar.
Maka aku pergi. Ke kota yang tak mengenal siapa dia. Ke tempat di mana berita tak sampai. Di sana aku melahirkanmu sendiri. Tanpa nama ayah di akta kelahiran. Tanpa cerita selain satu:
Ayahmu sudah lama meninggal. Ia orang biasa.
Baca juga:
CHAPTER 2: DI ANTARA KAMAR DAN KEPALA
Kau tumbuh seperti air yang tak tahu ia mengalir dari gunung. Tenang. Cerdas. Penuh rasa ingin tahu. Kau menyukai sejarah. Sering bertanya tentang jurnalisme. Bahkan pernah menuliskan esai berjudul: Banyu: Wartawan yang Tak Pernah Kembali.
Aku hampir tertawa. Tapi juga ingin menangis.Karena kau sedang menulis tentang ayahmu tanpa tahu bahwa darahmu adalah bagian dari kisah itu.
Suatu malam, saat usiamu empat belas, kau bertanya
Baca juga:
Chapter 3: Di Antara Surat dan Suara
“Ibu, kenapa aku diberi nama Banyu?”
“Karena air mengalir, dan tak pernah diam,” jawabku pendek.
“Seperti... wartawan itu, ya?”
Aku hanya tersenyum.
Karena kalau aku bicara lebih panjang, aku akan menangis malam itu.
Lima belas tahun sejak ia ditemukan,
namanya kembali memenuhi dinding kota.
Sebuah tim dokumenter mendatangiku.
Mereka ingin membuat seri akhir:
Banyu – Api dalam Air.
Komentar